Jumat, 12 Februari 2010

Jangan Dengar Orang Lain! Belajar dari kisah Tomi

  Buku Jangan Dengar Orang Lain!
Inspiratif untuk membangun kepercayaan diri.
Orang sukses tahu kapan harus mendengar orang lain, dan kapan harus mengabaikan orang lain.
Kalau saja orang-orang dalam buku ini mendengar omongan orang lain, mungkin dunia tidak seperti sekarang.
Musik tidak sedinamis sekarang, transportasi tidak secepat sekarang, ilmu
pengetahuan tidak sehebat sekarang. hidup tidak senyaman sekarang.
Yang kita lihat saat ini terjadi, salah satunya, karena orang besar sebelum kita tidak mendengar orang lain.
Tidak percaya? Silakan baca bukunya.

Simak salah satu kisahnya :

Suatu hari, seorang bocah berusia 7 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya membaca kertas tersebut;

"Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.”
Sang ibu, terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh;
”Anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”
Tahukah Anda apa yang mungkin terjadi jika sang ibu percaya dengan omongan gurunya dan tidak mendidik Tommy?
Jika saja sang ibu tidak membangkitkan kepercayaan anaknya dan mendidik anak tersebut, mungkin rumah-rumah akan gelap gulita, mungkin dunia tidak bisa merekam musik, mungkin mesin tik, telegrap, tidak berfungsi sempurna.
Karena anak ini adalah :
Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison adalah salah satu penemu terbesar di dunia dan memegang 1.093 paten dan menukan 3.000-an macam penemuan. Bahkan ia pernah menemukan 400 penemuan dalam 3 bulan.
Pada usia 6 tahun ia pernah mengerami telur karena ingin menetaskan telur tesebut.

Dikutip dari buku "Jangan Dengar Orang Lain" karya Isa Alamsyah

Isa Alamsyah 11 January at 02:49 dari group Bisa! di Fb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar