Asma Nadia IV 31 January at 14:30
Jerawat Pengurang Pede (Percaya Diri)Oleh Asma Nadia
Adalah saya yang resah mematut diri di kaca. Tiga jerawat besar-besar nongkrong di lokasi paling strategis di wajah : pipi, dagu, dan hidung.
Seandainya saja tidak harus pergi.
Tapi tak mungkin absen dari acara yang jauh-jauh hari telah saya iyakan, launching buku seorang teman di sebuah toko buku di Jakarta.
Tetapi jerawat ini sungguh membuat saya enggan kemana-mana.
"Kenapa sih, Bunda?"
Si sulung yang sejak tadi modar-mandir, ternyata menangkap kegelisahan itu.
"Nggak. Bunda tiba-tiba jadi nggak pede aja,"
Caca menunjukkan keheranannya.
"Kenapa?" Bunda kan udah rapi. Kerudungnya cocok kok dengan baju dan rok kotak-kotak Bunda,"
Saya menghembus napas kesal.
"Bukan itu, Ca...tapi ini," telunjuk saya mengarah ke tiga jerawat yang begitu betah berhari-hari tak pergi dari wajah.
"Jerawat Bunda?"
Saya mengangguk frustasi. Ingin rasanya memencet habis jerawat besar-besar itu. Tapi bagaimana jika infeksi? Belum lagi kemerahan yang pasti tidak akan hilang dalam satu dua hari. Terus terang saya agak paranoid soal memencet jerawat. Soalnya saya pernah bertemu dengan seorang gadis yang setengah wajahnya bengkak, gara-gara terinfeksi saat memencet jerawat.
"Gimana ya, Ca?"
Caca geleng-geleng kepala sambil tertawa, 'tua' sekali gayanya.
"Bunda...Bunda..." ujarnya sambil menepuk pundak saya.
"Kan Bunda sendiri yang pernah bilang, penampilan nggak penting. Yang penting kalau Bunda ngisi seminar, Bunda ngisinya bagus. Kalau Bunda baca cerpen, Bunda baca cerpennya bagus. Kalau Bunda nasyid bareng Bestari (Tim Nasyid yang didirikan Asma- red), nyanyinya bagus. Pede aja lagi, Bunda!"
Sekarang saya yang tersipu malu. Caca telah menohok saya di tempat yang tepat. Membalikkan kalimat yang pernah saya sampaikan padanya, dulu sekali.
Saya pun mengangkat wajah di kaca, mencoba tersenyum, mencium anak-anak, lalu melangkah keluar.
Kali ini dengan hati lebih ringan.
Di kutip dari buku :
Catatan Hati Bunda karya Asma Nadia
(Tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya)
Buku ini adalah buku parenting yang berisi catatan Asma Nadia dan Isa Alamsyah membesarkan Putri Salsa yang di usia 14 tahun sudah menerbitkan 5 buku dan Adam Putra Firdaus (8 tahun) yang juga sudah mulai menulis buku.
Untuk melihat bukunya silahkan buka link http://bit.ly/4O03wF
Untuk membaca komentar mereka yang sudah membaca bukunya silahkan http://bit.ly/6RXbU0
Hikmah yang terkandung :
Oleh Isa Alamsyah
Anak-anak terkadang bisa melihat kehidupan lebih jernih, llebih murni, lebih polos apa adanya. Karenanya semakin banyak kita melihat anak-anak, merenungkan sudut pandang mereka, justru bisa membuat kita bisa semakin bijak. Aneh tapi nyata.
Nasehat yang kita berikan pada orang lain, kadang-kadang justru memantul balik pada kita. Ini sangat positif berarti semakin kita berbicara kebaikan kepada orang semakin banyak kemungkinan ada pantulan yang mengingatkan kita.
Ada hikmah lainnya?
Mohon masukannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar